7 Tips Jual Rumah Secara Cepat dan Untung Besar

August 30, 2019 Property

7 Tips Jual Rumah Secara Cepat dan Untung BesarSeseorang menjual rumahnya bisa jadi ingin upgrade ke rumah yang lebih besar atau karena memang sedang membutuhkan dana besar dalam waktu singkat sehingga terpaksa harus menjual rumah yang selama ini ditempati. Perlu Anda ketahui bahwa proses menjual rumah bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi jika rumah bekas.

Selain itu, ada banyak iklan listing properti perumahan baru dengan beragam keunggulannya. Oleh sebab itu, foto dan deskripsi yang lengkap saja masih belum cukup membantu untuk menjual properti Anda. Agar para pembeli berminat membeli rumah Anda, silakan pahami dan pelajari tips jual rumah secara singkat dibawah ini.

  1. Perhatikan Kelebihan dan Kekurangan Properti

Sebelum Anda menjual rumah, ada baiknya bagi Anda untuk memeriksa kembali kondisi rumah Anda, seperti area plafon dan juga rangka rumah. Hal ini sangatlah penting, karena kerusakan pada rumah biasanya dapat berpengaruh terdapat harga jualnya. Sebaliknya, perbaikan bisa mempertahankan harga rumah Anda dan bahkan bisa mendongkrak harganya.

  1. Cek Harga Tanah di Kawasan Sekitar

Jika hendak menentukan patokan harga tanah, Anda perlu melakukan pemeriksaan terhadap Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP di kawasan sekitar rumah. Adapun di dalam PBB yang Anda terima setiap tahunnya, biasanya tertera informasi mengenai NJOP baik itu tanah maupun bangunan.

Namun, nilai pada NJOP umumnya hanya berguna dalam menentukan nilai minimum penjualan. Selain itu, sebagian besar orang menjual rumahnya dengan harga 2-3 kali lipat di atas NJOP. Perlu Anda ingat bahwa semakin strategis lokasi rumah Anda maka harga jualnya bisa berkali-kali lipat lebih besar dari nilai NJOP-nya

  1. Hubungi Agen Properti

Apabila Anda tidak ingin repot, Anda bisa menggunakan bantuan jasa agen properti. Adapun agen properti tentu lebih paham dan mengerti dalam menentukan nilai jual rumah Anda. Namun, untuk mencari agen yang tepat dan professional, Anda perlu menyeleksinya terlebih dahulu agar tidak terjadi penipuan di kemudian hari.

Dimana agen yang baik, biasanya tidak hanya membantu Anda menentukan nilai jual rumah, melainkan juga akan membantu memasarkan rumah Anda. Akan tetapi perlu dipertimbangkan bahwa jika Anda menggunakan jasa agen, perhitungkan juga komisinya. Biasanya agen property akan meminta komisi penjualan sekitar 2,5% dari harga jual.

  1. Ada Waktu Khusus Menjual Rumah

Beberapa agen properti menandai bahwa ada waktu khusus yang dapat membuat transaksi jual beli rumah lebih ramai dari biasanya. Sebagai contoh yaitu saat kondisi politik stabil setelah Pemilu (Pemilihan Umum), atau saat kondisi perekonomian sedang naik. Namun, dipercaya pada bulan Mei menjadi salah satu bulan yang paling ramai untuk pasar properti.

  1. Buat Listing Iklan yang Jujur

Melalui sosial media, biasanya sebagian besar masyarakat cenderung lebih menampilkan sisi terbaik dengan mengedit foto agar tampak lebih fotogenik. Namun, hal yang sama tersebut tidak bisa dilakukan saat memasang iklan properti. Adapun Anda harus jujur dengan hasil foto serta berikan informasi yang sesuai dengan fakta di lapangan.

  1. Menentukan Harga yang Tepat

Menentukan harga yang tepat untuk rumah memang dapat dipertimbangkan sesuai lokasi dan juga luas rumahnya. Namun, terdapat beberapa strategi harga yang juga harus diketahui sebelum Anda menentukan harga jual. Sebagai contoh, pembeli yang mempunyai budget sekitar Rp450 juta tentu akan mencari properti dengan harga di kisaran Rp300 juta – Rp500 juta.

Namun, apabila rumah Anda dibanderol Rp 500 juta, maka iklan rumah Anda tidak akan muncul dalam daftar pencarian. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda perlu membuat kisaran harga Rp499 juta agar mendapat leads atau pun hasil pencarian yang lebih banyak lagi.

  1. Listing Iklan Jangan Terlalu Lama

Umumnya, efek terlalu lama iklan properti dipajang di media online dapat menurunkan minat calon pembeli. Dimana sebagian besar orang akan bertanya-tanya tentang alasan mengapa rumah Anda tersebut tidak kunjung terjual.

Sehingga, akan ada yang berasumsi negatif seperti harga jual yang terlalu tinggi atau kondisi rumah yang tidak sesuai dengan iklan. Ada baiknya properti dijual sesuai dengan fakta yang ada di lapangan, jangan sampai terkesan menipu pembeli. Untuk mengantisipasi hal ini, maka Anda bisa meminta agen properti untuk memperbarui iklan Anda sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan.

Berikut beberapa faktor yang juga mempengaruhi minat pembeli untuk membeli rumah Anda, diantaranya:

  • Perhatikan Dapur Anda

Dapur merupakan salah satu area paling penting dari sebuah rumah. Namun, jangan khawatir biaya renovasi dapur sendiri relatif terjangkau. Apabila Anda hendak melakukan perombakan total pada dapur, maka pemilik rumah berpotensi dalam memperoleh keuntungan.

  • Tampilan Interior Juga Perlu diperhitungkan

Adapun dengan mengubah warna cat dinding pada interior rumah dinilai dapat membuat rumah terasa baru. Anda perlu menghitung biaya yang dikeluarkan untuk mengecat seluruh interior rumah, serta jangan lupa juga untuk kalkulasikan keuntungan yang diperoleh.

Anda juga perlu mengaktifkan bel pada pintu, kunci, kamera cctv, dimana hal-hal ini memang cenderung menguras biaya. Namun, keuntungan yang diperoleh akan mencapai 5% dari harga jual rumah Anda.

  • Rawatlah Halaman Anda

Ruangan terbuka akhir-akhir ini sedang menjadi tren di kalangan masyarakat. Dimana harganya lumayan sama dengan renovasi dapur, sama halnya dengan rencana lantai terbuka untuk baby boomer. Berdasarkan survey HomeAdvisor, ruang terbuka juga bisa mendongkrak harga jual.

Tips-tips diatas diharapkan dapat menjadi referensi bagi Anda yang hendak menjual rumah dan membutuhkan dana besar dalam waktu singkat. Usahakan untuk melakukan negosiasi yang nyaman dan ramah dengan pembeli, supaya bisa mudah menarik minatnya untuk membeli.